Anda lihat pertandingan Liga Super Indonesia antara Persib Bandung dengan Persija Jakarta Ahad malam kemarin (20 Juli 2008)? Pertandingan yang sebenarnya enak ditonton – untuk kelas Indonesia – menjadi rusak hanya karena penonton yang belum dewasa.
Saya tidak habis pikir, sudah bertahun-tahun Indonesia mengadakan kompetisi, tetapi sampai detik ini penonton kita masih belum beranjak dewasa. Tidakkah mereka menonton Liga Inggris di mana meskipun suporternya dikenal rusuh (hooligans), namun rusuhnya mereka ada waktunya. Kalau judulnya kompetisi domestik, Liga Primer Inggris, maka kita bisa lihatĀ hampir tidak pernah sesama masyarakat Inggris membuat kerusuhan di stadion hanya karena tim kesayangannya menelan kekalahan.
Fanatisme berlebih. Mungkin ini yang mendorong bobotoh untuk melakukan aksi anarkis. Mereka terlalu cinta terhadap Persib. Saking cintanya, tidak ada dalam kamus mereka kalah di tanah Pasundan. Kalah berarti rusuh.
Ini adalah PR besar bagi pecinta sepak bola tanah air, khususnya mereka yang mengenakan atribut suporter. Mari belajar untuk menjadi dewasa. Siap menang, pun juga siap kalah. Berikan support setinggi-tingginya kepada tim kesayangan Anda. Ketika tim Anda menang, maka sambutlah mereka dengan suka cita. Jika tim Anda kalah, maka berikanlah dukungan moril kepada tim kesayangan Anda supaya mereka bisa tampil lebih baik di pertandingan berikutnya. Sebuah applause akan sangat berharga dan akan membekas dalam diri pemain yang tentunya akan dibayar dengan penampilan yang lebih baik di pertandingan selanjutnya.
Kita harusnya malu jika berbuat rusuh karena itu berarti kita belum dewasa, kita tidak gentlemen, tidak berani menerima kekalahan, tidak mau mengakui kemenangan lawan. Apapun yang terjadi di lapangan, wasit yang tidak becus dalam memimpin pertandingan, reaksi pemain lawan yang mengundang emosi, tentunya harus dihadapi dengan bijaksana. Toh kerusuhan tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan merugikan tim kesayangan Anda.
Jadi, saatnya bagi kita untuk menjadi penonton yang lebih dewasa.
Majulah sepak bola Indonesia!